BGN Sudah Tutup Pendaftaran SPPG, Awas Modus Jual Beli Titik SPPG hingga Rp200 Juta

BGN Sudah Tutup Pendaftaran SPPG, Awas Modus Jual Beli Titik SPPG hingga Rp200 Juta
Foto: Pemprov Jateng
Ikhtisar
  • Badan Gizi Nasional menegaskan pendaftaran mitra Program Makan Bergizi Gratis sudah ditutup karena kuota terpenuhi.
  • BGN menemukan indikasi jual beli titik SPPG hingga Rp200 juta oleh oknum yang mengklaim bisa meloloskan pendaftaran.
  • Pemerintah meminta masyarakat segera melapor jika menemukan praktik tersebut karena titik yang terbukti diperjualbelikan akan langsung dibatalkan.

INFORMASI.COM, Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa pendaftaran mitra untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah resmi ditutup. Lembaga tersebut juga mengingatkan masyarakat agar mewaspadai praktik jual beli titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dilakukan oleh oknum dengan iming-iming dapat meloloskan pendaftaran mitra.

Wakil Ketua BGN Sony Sanjaya mengatakan sistem pendaftaran mitra saat ini sudah tidak lagi menerima pengajuan baru. Karena itu, setiap pihak yang mengklaim masih bisa memasukkan calon mitra dinilai patut dicurigai.

"Sekarang sistemnya sudah ditutup, oleh karena itu, waspadai orang-orang yang bilang masih bisa daftar karena bisa kita drop langsung. Saya pernah menerima video orang yang menyebarkan informasi titik jual beli itu Rp200 juta. Jadi saya lihat langsung ID-nya berapa, drop (turunkan) biar orang yang sudah membayar rugi," kata Sony Sanjaya dalam podcast, Jumat (6/3/2026).

Sony meminta masyarakat yang menerima tawaran tersebut untuk segera melaporkannya ke BGN agar dapat ditindaklanjuti.

"Laporkan orang yang meminta uang tersebut. Ketika saya sudah mendapatkan bukti dan dokumen pendukung bahwa ternyata titik SPPG ini hasil jual beli, ya saya turunkan, jadi kepada orang-orang yang meminta uang itu, silakan pertanggungjawabkan," ujar dia.

Menurut Sony, setiap titik SPPG yang terbukti diperjualbelikan akan langsung dibatalkan. BGN juga tidak akan melakukan verifikasi terhadap titik tersebut dan otomatis memblokir calon mitra dari sistem resmi mitra.bgn.go.id.

Selain praktik jual beli titik, BGN juga menemukan modus lain dari sejumlah oknum yang berpura-pura menjadi korban penipuan. Modus tersebut dilakukan dengan membangun dapur terlebih dahulu agar terlihat serius mengikuti program MBG, kemudian mengaku ditipu agar memperoleh verifikasi.

"Ada modus pura-pura membangun dulu, kemudian pura-pura ditipu gitu ya supaya yakin diverifikasi, tetapi ada juga yang benar-benar kena tipu, seperti kemarin ada orang yang datang ke saya, 'Pak, saya ditipu, dapur saya sudah jadi, tetapi saya ditipu, enggak masuk ke dalam sistem.' Kemudian saya tanya, penipunya siapa? Kalau ada, laporin dong, saya pengin tahu untuk membedakan modus dan yang benar," paparnya.

Sony menjelaskan cara membedakan korban penipuan yang sebenarnya dengan modus tersebut. Ia menilai orang yang benar-benar menjadi korban biasanya bersedia melaporkan pelaku kepada aparat.

"Kalau dia enggak mau jawab, atau bilang, 'Ya, adalah, Pak,' begitu, maka sudah tentu modus, tetapi kalau yang benar-benar ditipu, sekarang sudah diterima laporannya sama polisi, jelas siapa penipunya, sebentar lagi mungkin tayang siapa penipunya, karena minimal satu orang itu Rp100 juta kerugiannya," ujar dia.

BGN memastikan bahwa penutupan pendaftaran mitra dilakukan karena jumlah SPPG yang dibutuhkan untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis telah terpenuhi. Hingga saat ini, lembaga tersebut mencatat lebih dari 24 ribu titik SPPG telah berdiri di berbagai wilayah Indonesia untuk melayani program tersebut.

BAGIKAN
Anda harus login untuk memberikan komentar.