IHSG Jeblok ke 7.658 di Awal Sesi, Aksi Jual Asing Tembus Rp292 Miliar

IHSG Jeblok ke 7.658 di Awal Sesi, Aksi Jual Asing Tembus Rp292 Miliar
Ilustrasi IHSG
Ikhtisar
  • IHSG dibuka melemah 0,68 persen ke level 7.658 pada perdagangan Jumat (6/3/2026), dengan tekanan jual dominan sejak sesi pertama.
  • Padahal IHSG sempat rebound di pembukaan hingga penutupan perdagangan kemarin.
  • Investor asing mencatatkan penjualan bersih Rp292,91 miliar di pasar reguler.

INFORMASI.COM, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) pagi ini kembali terseok-seok. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali hari dengan terpeleset ke zona merah saat bel pembukaan dibunyikan.

Berdasarkan data perdagangan, Jumat (06/03/2026), IHSG langsung terperosok 52,54 poin atau setara 0,68 persen ke posisi 7.658.

Padahal, indeks sempat mencoba bangkit di awal dengan membuka perdagangan di level 7.699,47. Namun, tekanan jual yang datang bertubi-tubi membuat indeks hanya mampu menyentuh titik tertinggi sementara di 7.700,32 sebelum akhirnya terkapar di level terendah 7.657,71. Pasar seolah kehilangan nyawa di menit-menit awal sesi pertama.

Dari lantai bursa, nilai transaksi tercatat mencapai Rp306,34 miliar dengan volume 8,43 juta lot dari 54.280 kali transaksi. Angka ini menunjukkan pergerakan yang cukup ramai, namun lebih banyak diwarnai aksi lepas saam oleh pelaku pasar yang tengah melakukan penyesuaian portofolio di tengah gejolak global.

Sumber tekanan utama datang dari aksi jual bersih investor asing. Para pemodal asing tercatat masih membukukan net foreign sell di seluruh pasar sebesar Rp210 miliar.

Lebih detail lagi, di papan reguler, nilai penjualan bersih asing bahkan membengkak hingga Rp292,91 miliar. Aneksinya, di pasar tunai dan negosiasi, asing justru mencatatkan pembelian bersih Rp82,91 miliar.

Peta sektoral pagi ini didominasi warna merah. Sektor bahan baku (basic industry) menjadi yang paling terpukul dengan koreksi 1,38 persen, disusul sektor industrial yang melemah 0,80 persen, dan sektor energi yang terkoreksi 0,74 persen. Sektor infrastruktur ikut merosot 0,71 persen, diikuti keuangan yang turun 0,50 persen, properti melemah 0,49 persen, consumer non-cyclical terkoreksi 0,35 persen, dan kesehatan yang terpangkas 0,24 persen.

Namun, di tengah himpitan tekanan jual, beberapa sektor justru berhasil berenang melawan arus. Sektor transportasi dan logistik memimpin penguatan dengan lompatan 0,97 persen. Sementara sektor teknologi, yang kerap menjadi favorit investor ritel, ikut mencatatkan penguatan tipis 0,14 persen.

Pergerakan saham individual menghadirkan warna-warni tersendiri. Di jajaran top gainers, saham PT Prasidha Aneka Niaga Tbk (PSDN) yang bergerak di industri pengolahan komoditas pertanian terbang 23,89 persen ke level 140. PT Sekar Bumi Tbk (SKBM), emiten makanan olahan, ikut melesat 23,24 persen ke harga 875.

Dari sektor aluminium, dua emiten bersinar terang. PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA) naik 16,98 persen ke level 620, diikuti PT Indal Aluminium Industry Tbk (INAI) yang menguat 10,20 persen ke posisi 216. Kenaikan ini sejalan dengan tren harga komoditas global yang mulai bergairah.

Sebaliknya, di papan top losers, saham teknologi informasi PT Anabatic Technologies Tbk (ATIC) justru ambles 10,62 persen ke level 505. PT Panca Global Kapital Tbk (PEGE) dari sektor jasa keuangan terkoreksi 9,94 persen ke harga 163. Saham perikanan dan perdagangan komoditas PT Agro Bahari Nusantara Tbk (UPNG) turun 9,66 persen ke level 2.150. Dua emiten lainnya, PT Bhuwanatala Indah Permai Tbk (BIPP) dari properti turun 8,97 persen ke 71, dan PT Indo Komoditi Korpora Tbk (INCF) melemah 8,70 persen ke level 63.

Melihat dinamika pasar yang terjadi, para analis pasar modal menilai IHSG saat ini masih berkutat dalam fase konsolidasi jangka pendek. Secara teknikal posisi indeks diperkirakan masih berada dalam bagian wave lanjutan

Tim analis merekomendasikan pelaku pasar untuk mencermati potensi area koreksi pada rentang 7.140 hingga 7.391. Adapun level support terdekat berada di 7.311 dan 7.391, sementara resistance membentang di 7.934 hingga 8.154.

BAGIKAN
Anda harus login untuk memberikan komentar.