Bursa Saham Asia Kembali Melemah Hari Ini Ikuti Wall Street usai Rebound Kemarin

Bursa Saham Asia Kembali Melemah Hari Ini Ikuti Wall Street usai Rebound Kemarin
Ilustrasi indeks saham KOSPI Korea Selatan.
Ikhtisar
  • Bursa saham Asia dibuka melemah pada perdagangan Jumat (6/3/2026) setelah Wall Street ditutup turun.
  • Padahal, bursa saham di Asia sempat menghijau lagi kemarin usai rontoh sehari sebelumnya.
  • Konflik Iran masih menekan saham, bahkan mendorong lonjakan tajam harga minyak mentah dunia.

INFORMASI.COM, Jakarta - Pasar saham Asia memulai perdagangan akhir pekan dengan pelemahan pada Jumat (6/3/2026). Penurunan indeks regional terjadi setelah bursa saham Amerika Serikat juga ditutup melemah per Kamis.

Pada awal perdagangan Jumat, sejumlah indeks utama Asia bergerak di zona merah. Indeks Kospi Korea Selatan turun 0,87% setelah kemarin mencatat kinerja harian terbaik sejak 2008.

Di sisi lain, indeks saham berkapitalisasi kecil Korea Selatan, Kosdaq, justru memperpanjang penguatan dengan kenaikan 2,45%.

Pasar Jepang juga mencatat pelemahan. Indeks Nikkei 225 turun 0,24%, sedangkan indeks Topix mencatat penurunan yang lebih dalam sebesar 0,42%.

Di Australia, indeks S&P/ASX 200 turun 1,09% pada awal perdagangan. Penurunan tersebut dipicu oleh tekanan pada saham-saham sektor material dasar.

Sementara itu, kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong berada di level 25.037. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan penutupan terakhir indeks Hang Seng yang berada di 25.321,34.

Pelemahan bursa Asia terjadi setelah pasar saham Amerika Serikat ditutup turun pada sesi perdagangan sebelumnya.

Indeks Dow Jones Industrial Average mencatat penurunan terbesar dengan koreksi 1,61%.

Indeks S&P 500 juga bergerak turun sebesar 0,56%. Sementara itu, Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi melemah 0,26%.

Lonjakan Harga Minyak Akibat Konflik Iran

Dampak paling nyata dari konflik yang sedang berlangsung terlihat pada pasar energi, khususnya minyak mentah.

Harga minyak dunia menembus level psikologis US$80 per barel. Kontrak berjangka minyak Brent naik 3,54% dan terakhir diperdagangkan pada level US$84,31 per barel.

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat yang sebelumnya mencatat kenaikan harian terbesar sejak Mei 2020, terakhir turun 2% menjadi US$79,38 per barel.

Saat ini, harga Brent berada di kisaran US$83 per barel. Angka tersebut meningkat tajam dibandingkan posisi sekitar US$69 per barel pada sepekan sebelumnya.

Minyak mentah Amerika Serikat juga sempat mencapai level tertinggi dalam 20 bulan pada awal pekan ini.

Secara keseluruhan, baik Brent maupun minyak mentah AS diperkirakan mencatat kenaikan lebih dari 15% dalam sepekan. Lonjakan ini menjadi kenaikan mingguan terbesar sejak Februari 2022.

BAGIKAN
Anda harus login untuk memberikan komentar.