- • IHSG dibuka menguat signifikan pada perdagangan Kamis (5/3/2026), melesat lebih dari 2% ke level 7.737,51 dalam 20 menit pertama perdagangan.
- • Penguatan ditopang aksi beli saham berkapitalisasi besar, terutama PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI).
- • Bursa Asia juga kompak rebound setelah tekanan tajam sehari sebelumnya, mengikuti sentimen positif dari Wall Street.
INFORMASI.COM, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bangkit dari tekanan dan melesat tajam pada awal perdagangan Kamis (5/3/2026). Mengutip data Bursa Efek Indonesia, pukul 09.00 WIB, IHSG tercatat menguat 132,92 poin atau 1,74 persen ke posisi 7.717,03. Penguatan ini berlanjut hingga 20 menit kemudian, di mana indeks sempat menyentuh level tertinggi 7.765,61.
Hingga pukul 09.20 WIB, IHSG betah di zona hijau dengan kenaikan 2,12 persen ke 7.737,51. Rentang pergerakan indeks berada di kisaran 7.681,68 hingga 7.765,61. Sebanyak 576 saham mencatatkan kenaikan, sementara 74 saham melemah dan 68 saham lainnya stagnan.
Aktivitas transaksi di awal perdagangan tercatat cukup padat. Volume saham yang diperdagangkan mencapai 7,25 miliar lembar dengan nilai transaksi Rp3,68 triliun. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 390.916 kali.
Kenaikan IHSG tak bisa dilepaskan dari penguatan saham-saham perbankan papan atas. Dua emiten bank raksasa, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), menjadi motor penggerak utama.
Saham BBCA terpantau menguat 2,18 persen ke level Rp7.025 per saham. Sebanyak 21 juta lembar saham bank swasta terbesar itu ditransaksikan dengan nilai mencapai Rp151 miliar pada pagi hari ini. Adapun saham BBRI naik 1,64 persen ke posisi Rp3.750 per saham, dengan volume transaksi 20 juta saham senilai Rp76 miliar.
Euforia penguatan IHSG sejalan dengan sentimen positif yang melanda bursa saham kawasan Asia. Setelah mengalami tekanan tajam sehari sebelumnya, mayoritas indeks di Asia-Pasifik kompak berada di zona hijau pada perdagangan Kamis pagi.
Mengutip Bloomberg, pukul 08.20 WIB, indeks Nikkei 225 melompat 4,13 persen, disusul indeks Kospi yang terbang 11,28 persen—menandai pemulihan tajam setelah sempat menyentuh titik terendah sepanjang sejarah. Indeks Hang Seng naik 1,32 persen, Taiex menguat 3,65 persen, sementara indeks MSCI Asia Pasifik yang lebih luas juga mencatatkan kenaikan 2,8 persen.
Penguatan di Asia mengikuti jejak Wall Street yang lebih dulu rebound. Indeks-indeks utama di Amerika Serikat berhasil bangkit setelah ditopang reli saham-saham teknologi berkapitalisasi besar. Optimisme pelaku pasar terhadap prospek ekonomi menjadi katalis utama pembalikan arah tersebut.
Dengan sentimen global yang membaik dan sokongan dari saham-saham unggulan domestik, IHSG berpeluang melanjutkan tren positif hingga akhir perdagangan nanti. Namun, pelaku pasar tetap diminta mewaspadai potensi volatilitas di tengah dinamika ekonomi global yang masih belum sepenuhnya stabil.